Ingin mencari lebih cepat, liwat sini :

Cara cepat cari data

Kategorisasi
Artikel teknologi/komputer
Berita
User Online: 3
Total Visit: 21628

15 Januari 2010
vita
vita5758@yahoo.com
Assalamu'alaikum pk Mukhlis.. skrg ngajar di mana sj, Pak? tmn saya anaknya kena stiup. obat yg aman untuk bayi yg terkena stiup apa ya,Pak? usianya 8 bln. tdk mendapat ASI. hampir tiap bln berkunjung ke dokter krn sakit. terimakasih
31 Desember 2009
erlin mahasiswi akbid kh
erlin.cuaap@yahoo.com
Ass pak mu nanya ne.. kisi-kisi buat ujian kok lum tampil ya, udah di nanti-nanti ma teman-teman semua. cpt di tampilin ya pak. wassalam
30 Desember 2009
lilia citra akbid KH(lilia tat
queen.viera@yahoo.co.id
pak,soal2 yg br mna??kok g'da??pyeng ni mw blajar hand out byk bgt..hehe
12 Desember 2009
siti jubaidah
ida_mapro13@yahoo.com
pak, numpang nanya nie.. bu any guntarti punya alamat blog jg kah??kl ada blh dong pak!!
11 Nopember 2009
Fredy A Nasel (Univ Pancasila
fredy_nasel_2007@yahoo.com
Salam Kenal.Saya mahasiswa magister farmasi UP Jakarta. Saya tertarik untuk tesis cost effectiveness analysis ttg obat penyakit kronis (jantung/hipertensi). Apa bapak biasa mengirimkan beberapa artikel/hasil penelitian ttg itu. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih
09 Nopember 2009
aan
farmasi_06@ymail.com
asslkm p muhlis...mau tanya pak, matri ilmu resep antibiotik ikut buat ujian gak pak? matur nuwun
02 Nopember 2009
ully
ully_fatmawati@yahoo.com
wah pak soal kebidanannya pantep banged. yang tau cuma parasetamol. hehehe...
01 Nopember 2009
sinta maharani
tita_centil@yahoo.com
pak soal2 mid nya dibanyakin ya kata kuncinya ya., hhee...... from: akbid KH
31 Oktober 2009
ully
ully_fatmawati@yahoo.com
pak kok soalnya baru rencana?
30 Oktober 2009
ami
ami@yahoo.com
konten Humor nya bagus bikin biasa ketawa, boleh kirim humor nggak pak ?
07 September 2009
friska
friska_fitri@yahoo.com
ass.. pak, saya mau tanya tentang analisis farmakoekonomi.. saya mengambil skripsi ttg farmakoekonomi, kira kira data yang diperlukan selam analisis dr rekam medik apa saja?trima kasih sblmnya pak
01 September 2009
ihda
me_raffles@yahoo.com
wah pak, photonya mantab... He,... Pak, vote-nya kok aneh ya...??? Kok ada nama bapak gitu... hehe
28 Juli 2009
secret fans
:-) @ Yohoo.com
pak terimakasih ya bimbingan skripsinya.....
16 Juli 2009
abdi
jas_ptr@yahoo.com
akhir datang juga up date-an barunya...sdh lama pak.
14 Juli 2009
luthfi, S. Farm, Apt
luthfi_green@yahoo.com
Salam, Bapak saya sebagai calon pengajar baru membutuhkan informasi buku2 ilmu resep dan pelajaran farmakologi untuk SMA. Kira2 buku apa yg digunakan dan materi apa saja yg disampaikan? sbg informasi, saya dulu tdk sekolah di SMF pak jadi tdk ada gambaran.
02 Juni 2009
ihda mufriha
ihdamufriha@yahoo.co.id
Assalamu'alaikum. Pak muhlis, boleh tidak kpn2, minta bantuan ttng skripsi farmakoekonomi
22 Mei 2009
muhlis
muhlis3@yahoo.co.id
buat putri-jogja, alkohol untuk obat luar boleh saja, karena bukan najis
21 Mei 2009
putri_jogja
puss_puchan@yahoo.com
Pak muhlis,sy mau tnya.. Sbnrnya klo bagian tubuh yg akn disuntik diolesi t'lbh dl dgn alkohol,itu trmsk halal ato haram??
19 Mei 2009
ritz
pix_nda@ymail.com
skses bwt web.nya y pak... kontennya jg mantab...
24 April 2009
bayu
bayoudunk@yahoo
23 April 2009
abdi
jas_ptr@yahoo.com
mantap pak...klu bisa tambah kolom dakwah farmasi (khusus)
22 April 2009
Aryo haryadi
hide@mysite.com
Boleh ni pak kalo bikin ujian online,.. Biar kita ga keder kalo ujian di kampus?.. he2x.
21 April 2009
-----
-@---
pak. bapak cakep deh...
20 April 2009
laela
laelagrin@yahoo.com
keren.. moga2 bs sampai pd kriteria tsb.. amin...
14 April 2009
Humaira
jasmine_attabaqi@yahoo.co.id
pak...mau "daftar"... msh jomblo ne pak..
14 April 2009
muhlis
---
mo ndaftar harus untuk no 1 atau bole no-2???
08 April 2009
Arif
Toms_gladiator@yahoo.com
soal bwt mid untuk farmasetika 2 ckup yang ad di diktatnya pak muchlis..... ga usah di reka2 lo pak hwe...... ntar soalnya menyusul.....lupa g bw diktatnya.... trima kasih...
07 April 2009
sisi
g_manis@yahoo.co.id
pak buat soal midnya jangan yang susah.... makasih
04 April 2009
anna yusuf
anna_yusuf08@yahoo.co.id
assalamualaikum pak... pak..ternyata menjadi pengajar itu sulit ya...
31 Maret 2009
imas
khamsa@yahoo.com
subkhanallah, taujih bapak bagus sekali,sangat membantu tugas artikel ana,tapi mohon d tambahkan untuk kiat kiat memperkuat jama'ah.jazakumullah khair
25 Pebruari 2009
Wiwit
nn@nh.com
Tolong Di publikasikan daftar alamat kantor IFSI seluruh Indonesia pak,.. biar kita bisa tau kalo nanti mau daftar di ISFI kabupaten
18 Pebruari 2009
Pramono
alfianpram@plasa.com
menarik disimak ternyata dunia farmasi.. Gmn tentang kasus puyer pak?.. ada pembelaan buat kita sebagai farmasist?..
07 Pebruari 2009
anggi
gie_sleepahulic@yahoo.com
pak boleh g saya minta data selengkapnya tentang pola penggunaan dan analisis antibiotika soalnya saya sedang menyusun TA dan saya ingin melihat itu sebagai referensi.. makasih yapa...
07 Pebruari 2009
anton
anton@yahoo.co.is
wah bagus sekali konten nya pak, usul ada konsultasi jodohnya, sukses selalu ya pak
07 Pebruari 2009
Muhammad Fahmi
fahmirozak@yahoo.com
fahmirozak@yahoo.com
07 Pebruari 2009
Asri Maulani
asr1m4uln1@yahoo.com
Pak soal ujiannya mana?,.. mbok di kasih di web ini,.. maksaih ya.. Do'akan saya lulus ya pak...
07 Pebruari 2009
erlin
erlin_pharm@yahoo.com
Selamat atas launcing web nya, pak... but, kalo ngirim2 tulisan gtu boleh/ tidak ya?
07 Pebruari 2009
Arwita
arwitaputrirmdhni@yahoo.co.id
Pak,.. Persaratan biin apotek itu gima pak?,.. Saya sudah lulus dan pengen bikin apotek sendiri
07 Pebruari 2009
P. muhlis
muhlis3@yahoo.com
Buat Anggi : bole aja, posisi dimana ??, alamat yg lengkap ya
Forum Login
User Name
Password
Pendaftaran member baru Lupa password ?
Posting terbaru
04 Nopember 2009
Carav merubah tampilan Facebook
03 Nopember 2009
Mahasiswa Muhammadiyah Demo
03 Nopember 2009
Facebook Diblokir ? Coba Ini Aja
13 Juli 2009
PAN & Golkar, Korban Politik SBY?
26 Mei 2009
Buku 'Ilusi Negara Islam' Mengadu Domba Ummat Islam
25 Mei 2009
Ilusi Negara Islam
28 April 2009
Tips Hindari Flu Babi

Jumat, 28 November 2008 
Tausyiah 
Berdakwah Investasi Kebaikan Berkesinambungan 


Sebuah kaidah dakwah menegaskan bahwa: �Pahala didapat karena melaksanakan dakwah ilallah, bukan tergantung penerimaan dakwah itu sendiri.�

� الأجر يقع بمجرد الدعوة ولا يتوقف على الاستجابة �

1. Kaidah ini menjawab kesalah kaprahan anggapan banyak orang, bahwa pahala bergantung dengan hasil duniawi yang kasat mata. Bila seperti itu, maka kebanyakan para Nabi tervonis gagal dalam dakwahnya, sebutan yang tidak pantas bagi para nabi Allah.

Meskipun Nabi Nuh sangat sedikit pengikutnya dari kalangan orang-orang beriman, tetapi Ia telah mendakwahkan kaumnya dan menetap bersama mereka 950 tahun lamanya. Sebagaimana firman Allah :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

�Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.� (QS. Al-Ankabut : 14)

Zahir ayat tersebut - menurut Ibnu katsir - menerangkan bahwasanya nabi Nuh tinggal bersama kaumnya dan senantiasa mendakwahkan mereka kepada Allah selama 950 tahun. Walaupun Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya cukup lama, tetapi yang beriman kepadanya hanya sedikit saja. Firman Allah Ta�ala :

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ ءَامَنَ وَمَا ءَامَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ

�Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: �Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.� Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.� (QS. Hud : 40)

Bila diperhatikan pengecualian pada ayat ( ومن آمن ) sehingga tidak dapat dipahami bahwa jumlah orang berimannya banyak, oleh karenanya Allah memperjelas dengan ayat berikutnya ( وما آمن معه إلا قليل ).

Begitulah permasalahan dakwah yang dihadapi kebanyakan para Nabi, mereka nanti akan dkumpulkan pada hari kiamat, sebagian mereka ada yang mempunyai pengikut satu dua tiga orang saja, sebagian mereka bahkan sama sekali tidak ada seorangpun orng beriman yang menjadi pengikutnya, Imam tirmidzi mentakhrij dari jalur Ibnu Abbas Semoga Allah meridhoi keduanya seraya berkata : �Tatkala Nabi diisra�kan Nabi melewati beberapa Nabi bersamanya pengikut yang banyak, beberapa Nabi lainnya sedikit jumlah pengikutnya dan beberapa nabi lagi tidak mempunyai satu orang pengikutpun. Karena itu Allah telah mengarahakan Rasul-NYA Muhammad SAW kepada pengertian tersebut di atas, ketika beliau diperintahkan berdakwah dan menyampaikan risalah, Allah tidak menuntut hasilnya. Allah berfirman :

فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ وَإِنَّا إِذَا أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ الْإِنْسَانَ كَفُورٌ

�Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada ni`mat).� (QS. Syura : 48)

فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِين

�Maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.� (QS. An-nahl : 35)

وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِين

�Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.� (QS. An-Nur : 54)

Adapun urusan hidayah sepenuhnya ada di tangan Allah. Sebagaimana firman-NYA :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

�Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.� (QS. Al-Qashash : 56)

2. Esensi kaidah ini menjelaskan bahwasanya seorang da�i tidak boleh terjadi pada dirinya putus asa dan stress, akibat penentangan manusia dan ketiadaan respon mereka. Allah telah mengurangi beban kesulitan Nabi-NYA dan tidak membebani di luar kemampuannya, Allah berfirman :

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ

�Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk.� (QS. Al-Baqarah : 272)

أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

�Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.� (QS. Fathir : 8)

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ

�Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.� (QS. An-Nahl : 127)

Ayat-ayat tersebut merupakan hiburan bagi Rasulullah, sebenarnya beliau sudah sangat berambisi untuk mentransfer kebaikan dan hidayah kepada mereka tetapi merekalah yang buta dan tuli. Hati yang remah terasa diiris-iris ketika melihat manusia bertumpukan di dalam api neraka seperti tumpukan kasur, seperti itulah keadaan rasulullah SAW. Lalu datanglah arahan dari Allah :

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى ءَاثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

�Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur�an).� (QS. Al-Kahfi : 6)

Dengan kata lain ayat tersebut menegaskan bahwa : �Apakah barangkali kamu (Ya Muhammad) akan membinasakan dirimu karena putus asa dan ngenas krena mereka tidak mau beriman kepada Al-Qur�an. Imam Qatadah berkata : barangkali kamu ingin membunuh dirimu karena marah dan sedih terhadap sikap mreka. Sedangkan Mujahid mengatakan : jangalah engkau putus asa (ya! Muhammad) sampaikan terus risalah Allah, barang siapa yang mendapat petunjuk maka ha itu untuk dirinya, tapi barang siapa yang sesat, sesungguhnya kesesatan itu juga akan menimpa dirinya.

Demikianlah tidak menjadi dosa bagi para da�i dari umat Muhammad, bila manusia tetap tidak menginginkan petunjuk dan tidak merespon mereka setelah memaksimalkan kesungguhan dalam mendakwahkan mereka, karena sesungguhnya Allah tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya.

3. Kaidah ini akan mengobati penyakit para da�i yang emosional yang hanya menunggu hasil duniawi yang kasat mata, dan menjadikannya sarat keberlangsungan di jalan dakwah. Pandangan seperti itu, hanyalah kesalahpahaman di satu sisi dan secara jelas menyalahi kaidah-kaidah dakwah dalam Al-Qur�an dan sunnah.

Al-Qur�an telah menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan yang harus antara dakwah dan responnya (Istijabah), terkadang seorang Da�i telah sedemikian antusiasnya, tetapi disikapi objek dakwah (mad�u) dengan sikap dingin bahkan melakukan penentangan. Sesungguhnya Al-Qur�an menjadikan antara dakwah dan istijabah adalah tahap yang sangat penting, sebagaimana firman Allah SWT:

حَتَّى إِذَا اسْتَيْئَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

�Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.� (QS. Yusuf : 110).

حتى إذا استيأس الرُسل adalah fase وظنوا أنهم قد كُذبوا dan titik fase ini adalah pertengahan antara dakwah dan fase berikutnya جاءهم نصرنا . Berkata Ibnu Katsir: �Allah mengingatkan bahwa pertolongannya akan diberikan kepada para Rasul-NYA dari situasi kritis dan penantian kemenangan dari Allah pada saat-saat yang sangat dibutuhkan.� Allah befirman :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ(214)

�Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: �Bilakah datangnya pertolongan Allah?� Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.� (QS. Al-Baqarah : 214)

Sesunguhnya Aisyah RA berpendapat bahwa prasangka yang dimaksud pada ayat tersebut di atas adalah prasangka pengikutnya bukan prasangka Nabi kepada orang-orang yang didakwahinya. Aisyah berpendapat seperti ini ketika Urwah bin Zubair RA berkata kepadanya bahwa sesungguhnya mereka meyakini kaum mereka telah mendustakan mereka, jadi itu bukan prasangka. Lalu Aisyah berkata : � Ya, sungguh mereka memang meyakininya�, �lalu bagaimana dengan sangkaan bahwa mereka telah didustakan? Tanya Urwah. Aisyah menjawab : Allah tempat berlindung (ma�aadzallah) para Rasul tidak akan menyangka demikian kepada Rabb mereka. �lalu apa maksud ayat tersebut�? tanya Urwah lagi, Aisyah mengatakan :

قالت : هم أتباع الرسل الذين آمنوا بربهم وصدقوهم، فطال عليهم البلاء، واستأخر عنهم النصر ،حتى إذا استيأس الرسل ممن كذبهم من قومهم وظنوا أن أتباعهم قد كذبوهم جاءهم نصر الله عند ذلك

�Yang menyangka seperti itu adalah para pengikutnya yang telah beriman kepada Allah dan membenarkan-Nya, lalu mereka diuji dengan kesengsaraan dalam waktu yang cukup lama, sehingga kemenangan belum kunjung tiba, sampai para Rasul tidak punya harapan lagi terhadap kaum yang telah mendustakan mereka, dan mereka para Rasul juga mengira bahwa pengikut-pengikutnya telah didustakan oleh kaumnya.�

Pendapat ini didasarkan pada bacaan Aisyah كُذبوا, sehingga subjeknya pengikut bukan para Rasul. Penyampaian ini sesuai dengan kedudukan Rasul yang mulia. Apabila kita jadikan dhamir itu kembali kepada para Rasul maka sangkaan mereka waktu itu adalah kaum mereka telah mendustakan mereka. Dan tidak menjadi masalah bila digabungkan antara kaum yang mendustakan para Rasul dan orang-orang yang emosional yang berprasngka buruk kepada Allah. Allahu a�lam

 

Powered By : www.25juni.com