Ingin mencari lebih cepat, liwat sini :

Cara cepat cari data

Kategorisasi
Artikel teknologi/komputer
Berita
User Online: 4
Total Visit: 21629

15 Januari 2010
vita
vita5758@yahoo.com
Assalamu'alaikum pk Mukhlis.. skrg ngajar di mana sj, Pak? tmn saya anaknya kena stiup. obat yg aman untuk bayi yg terkena stiup apa ya,Pak? usianya 8 bln. tdk mendapat ASI. hampir tiap bln berkunjung ke dokter krn sakit. terimakasih
31 Desember 2009
erlin mahasiswi akbid kh
erlin.cuaap@yahoo.com
Ass pak mu nanya ne.. kisi-kisi buat ujian kok lum tampil ya, udah di nanti-nanti ma teman-teman semua. cpt di tampilin ya pak. wassalam
30 Desember 2009
lilia citra akbid KH(lilia tat
queen.viera@yahoo.co.id
pak,soal2 yg br mna??kok g'da??pyeng ni mw blajar hand out byk bgt..hehe
12 Desember 2009
siti jubaidah
ida_mapro13@yahoo.com
pak, numpang nanya nie.. bu any guntarti punya alamat blog jg kah??kl ada blh dong pak!!
11 Nopember 2009
Fredy A Nasel (Univ Pancasila
fredy_nasel_2007@yahoo.com
Salam Kenal.Saya mahasiswa magister farmasi UP Jakarta. Saya tertarik untuk tesis cost effectiveness analysis ttg obat penyakit kronis (jantung/hipertensi). Apa bapak biasa mengirimkan beberapa artikel/hasil penelitian ttg itu. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih
09 Nopember 2009
aan
farmasi_06@ymail.com
asslkm p muhlis...mau tanya pak, matri ilmu resep antibiotik ikut buat ujian gak pak? matur nuwun
02 Nopember 2009
ully
ully_fatmawati@yahoo.com
wah pak soal kebidanannya pantep banged. yang tau cuma parasetamol. hehehe...
01 Nopember 2009
sinta maharani
tita_centil@yahoo.com
pak soal2 mid nya dibanyakin ya kata kuncinya ya., hhee...... from: akbid KH
31 Oktober 2009
ully
ully_fatmawati@yahoo.com
pak kok soalnya baru rencana?
30 Oktober 2009
ami
ami@yahoo.com
konten Humor nya bagus bikin biasa ketawa, boleh kirim humor nggak pak ?
07 September 2009
friska
friska_fitri@yahoo.com
ass.. pak, saya mau tanya tentang analisis farmakoekonomi.. saya mengambil skripsi ttg farmakoekonomi, kira kira data yang diperlukan selam analisis dr rekam medik apa saja?trima kasih sblmnya pak
01 September 2009
ihda
me_raffles@yahoo.com
wah pak, photonya mantab... He,... Pak, vote-nya kok aneh ya...??? Kok ada nama bapak gitu... hehe
28 Juli 2009
secret fans
:-) @ Yohoo.com
pak terimakasih ya bimbingan skripsinya.....
16 Juli 2009
abdi
jas_ptr@yahoo.com
akhir datang juga up date-an barunya...sdh lama pak.
14 Juli 2009
luthfi, S. Farm, Apt
luthfi_green@yahoo.com
Salam, Bapak saya sebagai calon pengajar baru membutuhkan informasi buku2 ilmu resep dan pelajaran farmakologi untuk SMA. Kira2 buku apa yg digunakan dan materi apa saja yg disampaikan? sbg informasi, saya dulu tdk sekolah di SMF pak jadi tdk ada gambaran.
02 Juni 2009
ihda mufriha
ihdamufriha@yahoo.co.id
Assalamu'alaikum. Pak muhlis, boleh tidak kpn2, minta bantuan ttng skripsi farmakoekonomi
22 Mei 2009
muhlis
muhlis3@yahoo.co.id
buat putri-jogja, alkohol untuk obat luar boleh saja, karena bukan najis
21 Mei 2009
putri_jogja
puss_puchan@yahoo.com
Pak muhlis,sy mau tnya.. Sbnrnya klo bagian tubuh yg akn disuntik diolesi t'lbh dl dgn alkohol,itu trmsk halal ato haram??
19 Mei 2009
ritz
pix_nda@ymail.com
skses bwt web.nya y pak... kontennya jg mantab...
24 April 2009
bayu
bayoudunk@yahoo
23 April 2009
abdi
jas_ptr@yahoo.com
mantap pak...klu bisa tambah kolom dakwah farmasi (khusus)
22 April 2009
Aryo haryadi
hide@mysite.com
Boleh ni pak kalo bikin ujian online,.. Biar kita ga keder kalo ujian di kampus?.. he2x.
21 April 2009
-----
-@---
pak. bapak cakep deh...
20 April 2009
laela
laelagrin@yahoo.com
keren.. moga2 bs sampai pd kriteria tsb.. amin...
14 April 2009
Humaira
jasmine_attabaqi@yahoo.co.id
pak...mau "daftar"... msh jomblo ne pak..
14 April 2009
muhlis
---
mo ndaftar harus untuk no 1 atau bole no-2???
08 April 2009
Arif
Toms_gladiator@yahoo.com
soal bwt mid untuk farmasetika 2 ckup yang ad di diktatnya pak muchlis..... ga usah di reka2 lo pak hwe...... ntar soalnya menyusul.....lupa g bw diktatnya.... trima kasih...
07 April 2009
sisi
g_manis@yahoo.co.id
pak buat soal midnya jangan yang susah.... makasih
04 April 2009
anna yusuf
anna_yusuf08@yahoo.co.id
assalamualaikum pak... pak..ternyata menjadi pengajar itu sulit ya...
31 Maret 2009
imas
khamsa@yahoo.com
subkhanallah, taujih bapak bagus sekali,sangat membantu tugas artikel ana,tapi mohon d tambahkan untuk kiat kiat memperkuat jama'ah.jazakumullah khair
25 Pebruari 2009
Wiwit
nn@nh.com
Tolong Di publikasikan daftar alamat kantor IFSI seluruh Indonesia pak,.. biar kita bisa tau kalo nanti mau daftar di ISFI kabupaten
18 Pebruari 2009
Pramono
alfianpram@plasa.com
menarik disimak ternyata dunia farmasi.. Gmn tentang kasus puyer pak?.. ada pembelaan buat kita sebagai farmasist?..
07 Pebruari 2009
anggi
gie_sleepahulic@yahoo.com
pak boleh g saya minta data selengkapnya tentang pola penggunaan dan analisis antibiotika soalnya saya sedang menyusun TA dan saya ingin melihat itu sebagai referensi.. makasih yapa...
07 Pebruari 2009
anton
anton@yahoo.co.is
wah bagus sekali konten nya pak, usul ada konsultasi jodohnya, sukses selalu ya pak
07 Pebruari 2009
Muhammad Fahmi
fahmirozak@yahoo.com
fahmirozak@yahoo.com
07 Pebruari 2009
Asri Maulani
asr1m4uln1@yahoo.com
Pak soal ujiannya mana?,.. mbok di kasih di web ini,.. maksaih ya.. Do'akan saya lulus ya pak...
07 Pebruari 2009
erlin
erlin_pharm@yahoo.com
Selamat atas launcing web nya, pak... but, kalo ngirim2 tulisan gtu boleh/ tidak ya?
07 Pebruari 2009
Arwita
arwitaputrirmdhni@yahoo.co.id
Pak,.. Persaratan biin apotek itu gima pak?,.. Saya sudah lulus dan pengen bikin apotek sendiri
07 Pebruari 2009
P. muhlis
muhlis3@yahoo.com
Buat Anggi : bole aja, posisi dimana ??, alamat yg lengkap ya
Forum Login
User Name
Password
Pendaftaran member baru Lupa password ?
Posting terbaru
04 Nopember 2009
Carav merubah tampilan Facebook
03 Nopember 2009
Mahasiswa Muhammadiyah Demo
03 Nopember 2009
Facebook Diblokir ? Coba Ini Aja
13 Juli 2009
PAN & Golkar, Korban Politik SBY?
26 Mei 2009
Buku 'Ilusi Negara Islam' Mengadu Domba Ummat Islam
25 Mei 2009
Ilusi Negara Islam
28 April 2009
Tips Hindari Flu Babi


Intima’ Jama’i




هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
“Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Q.S. Al-Hajj: 78)
Mewujudkan intima jama’i tidak dengan cara permohonan untuk dicatat sebagai anggota, bukan juga terwujud lewat keluar masuk pos-pos jama’ah dan menghadiri berbagai pertemuan saja. Esensi intima jama’i harus mencakup dimensi (kedalaman) yang melampaui batas-batas formalitas dan bentuk-bentuk lahiriyah. Sehingga komitmen terhadap jama’ah akan semakin memantapkan kedalaman iman, kekuatan intima kepada Islam dan intima struktural (tanzhimi).
I. Ab’adul Intima (dimensi intima jama’i)
- Dimensi pertama dan paling utama adalah dimensi akidah (bu’dun aqidi). Secara akidah seorang ikhwah harus intima terhadap perjalanan dan risalah Islam yang diembannya (intima mashiri wa risali). Akidahnya harus lurus dan benar-benar sesuai dengan tuntutan Al-Quran dan Sunah. Keterikatan ini akan melenyapkan ketergantungan pada faktor figuritas terhadap orang tertentu yang menyebabkan aktivitas dakwah hanya termotivasi oleh faktor akidah, oleh intimanya dengan Islam dan oleh ketundukan pada perintah Allah. (Q.S. Al-Fath: 10). Intima kepada jama’ah berarti juga pengerahan seluruh kekuatan diri untuk dakwah, menundukkan kepentingan individual untuk kepentingan Islam, bukan sebaliknya. إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ (Sesungguhnya nilai amal perbuatan itu tergantung dari niat masing-masing).
- Bu’dun fikri (dimensi pemikiran). Pemikiran ikhwah harus terikat dengan fikrah Islam secara total dan prinsipil (Islami mabda wa ushuli). aktivis dakwah akan menjadi orang yang lain dari yang lain. Dari segi akhlak, pergaulan, pandangan dan pemikiran. Mereka harus hidup dalam kerangka nilai Islam total. Menyesuaikan diri dengan Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
- Bu’dun tanzhimi (dimensi struktural). Dua hal sebelum ini, mungkin saja dimiliki oleh seorang yang tidak intima kepada jamaah. Sering kita mendapati seorang yang idealis, kuat Islamnya tetapi tidak memiliki bu’dun tanzhimi. Dimensi ii mengharuskan seorang ikhwah keluar dari jerat sikap ego dan individualisme, kemudian melebur dalam kepentingan jama’ah. Intimanya tidak temporal, terus intima dengan apapun kondisi jama’i. Seorang raja dari kabilah Ghassan mencoba merayu Ka’ab bin Malik ra. Ketika diboikot oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya. Tapi surat rayuan itu justru diremas-remas dan dibakar.
- As-Sam’u wat tha’ah, timbangannya adalah ketika menerima tugas yang yukhalif mashalih fard (berlawanan dengan kepentingan pribadi). Inilah yang disebut husnul indhibath (disiplin yang baik). Taat dalam masalah yang memang sesuai selera dan kehendak itu biasa. Tetapi yang sulit bagaimana mengukuhkan taat dalam kondisi yang berlawanan dengan pendapat dan pandangan pribadi.
Wujud lain dalam husnul indhibath adalah bahwa iltizam tidak hanya dengan perintah, tapi hanya dengan isyarat sekalipun sudah paham. Lughatu dzaki wal hakim al-isyarah (Bahasa orang pandai cukup dengan isyarat). Innal labiba bil isyarati yafhamu (Sesungguhnya orang yang pandai itu paham dengan isyarat).
II. Muqtadhayatul intima’
Wala aqidi, loyal terhadap akidah. Mewujudkannya melalui:
- Al-isti’la, terlepas dari ikatan-ikatan duniawi sebagaimana tersebut dalam surat At-Taubah: 24.
قُلْ إِنْ كَانَ ءَابَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
Sebagian ulama tafsir menjabarkan arti kata اءَابَاء bukan hanya bapak dalam hubungan keakraban, tetapi termasuk dalam arti ketua, bos, atasan dan lain sebagainya. Kata َأَبْنَاء juga bukan terbatas anak dalam keluarga, tetapi juga bawahan, anak buah dan sebagainya. Imam Syahid, pada suatu hari raya meninggalkan anaknya, Saiful Islam yang sedang menderita sakit demam untuk pergi menunaikan kewajiban dakwah. Istrinya sudah meminta beliau untuk menunda kepergiannya. Imam Syahid berlalu sambil melantunkan firman Allah surat At-Taubah ayat 24.
- Tajarrud (totalitas). Tajarrud bukan berarti tafarrugh (kosong dan meninggalkan semua aktivitas, kecuali dakwah saja. Esensi ruang lingkup tajarrud tercakup dalam uraian berikut:
1. Tajaruud fikri atau mulazamatul fikrah. Ikatan pemikiran nilai Islam harus melekat total dalam diri ikhwah. Salah satu penyebab kehancuran umat adalah karena mereka justru mengambil solusi hasil infiltrasi atau barang impor dari sumber non-Islam, imitasi tidak orisinal, bukan asli. Karena palsu itu tidak tahan lama, seperti ginjal atau jantung yang dicangkokkan pada tubuh manusia. Meski tubuh menerima tapi paling hanya dalam jangka waktu yang pendek. Itupun dengan perasaan menderita atau penuh siksaan. Untuk kemudian lemah dan mati. Ikhwah adalah penyangga fikrah islamiyah yang bertanggung jawab menyebarkan dan mewariskan kepada generasi umat.
2. Tajarrud ruhi atau totalitas menjaga kebersihan hati dari segala keinginan yang kotor dan ambisi yang menyimpang. Ikhwah harus ikhlas dalam mengemban dan memperjuangkan fikrah Islam.
3. Al-insyighal bima tathlubuhud da’wah. Menyibukkan diri dengan segenap tuntutan sakwah. Dakwah menjadi obsesinya di setiap aktivitas.
4. Wadh’u nafsihi alatan fa’alah lid da’wah. Berupaya memfungsikan diri sebagai bagian yang bermanfaat bagi dakwah. Ikhwah harus berupaya menjadi anggota tang tidak tumpul, tetapi tajam, sehingga kebiasaannya dapat difungsikan untuk kepentingan dakwah. Menerima wazhifah, harus optimal dan tidak boleh menyepelekan.
5. Wadh’u nafsihi, usariyah am fardiyah fi mashlahatid dak’wah. Meletakkan diri, baik keluarga atau pribadi untuk kepentingan dakwah. Bekorban dengan segala sesuatu baik yang murah atau yang mahal. Tadhhiyah yang paling berat untuk kita sementara ini adalah mengorbankan waktu istirahat.
6. Syu’ur bil ma’uliyah ‘alad da’wah. Menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap dakwah. Masing-masing ikhwah harus merasakan bahwa dirinya adalah mas’ul. Sehingga tidak ada yang mengatakan bahwa satu bidang tertentu bukan urusan saya. Sa’id Hawa mengatakan bahwa bila jama’ah menderita kerugian dari satu orang, maka akibatnya akan menimpa seluruhnya. Karena itu pembagian tugas pun merupakan tanggung jawab bersama.
7. Ishlahu nafsihi wa da’watu ghairihi. Memperbaiki diri dan menyeru orang lain. Tingkat dai dapat mempengaruhi orang lain adalah sebagaimana ia dapat menguasai dirinya sendiri.
- Tha’atullah wa rasulihi
Ketaatan yang teratur dan disiplin, tidak tergantung keinginan. Beda taat dalam disiplin Islam dan thaghut. Taat dalam Islam dibangun di atas ilmu dan bashirah, bukan taat buta. Tingkat ketaatan seseorang sesuai dengan tingkat pemahaman dan wawasan. Setiap ikhwah harus berupaya menambah ilmu dan memperluas wawasan. Rasul saw. berdoa, “Rabbi zidni ‘ilma”. Taat pada Allah dan Rasul dapat dipelihara dan tercermin dalam amal jama’i. Dengan menumbuhkan sikap husnul jundiyah dan mas’uliyah. Sikap keprajuritan dan tanggung jawab yang baik. Rincian sikap ini adalah sebagai berikut:
1. As-Syu’ur bi annal ‘amala fii ayyi maufiqin ‘ibadah wa qurabah. Merasakan bahwa bagaimanapun pekerjaan dalam satu posisi bernilai ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Dalam posisi apapun, tanggung jawab yang diberikan harus dirasakan sebagai ibadah, sehingga bisa dilaksanakan dengan baik. Seorang ikhwah pernah dipenjara puluhan tahun, ia menyadari bahwa kondisinya saat itu adalah dalam rangka dakwah dan taqarrub, maka dalam rentang waktu itu ia menghafal Al-Quran, berkebun dan hasil kebun ikhwah di penjara dapat meringankan krisis ekonomi di Mesir saat itu.
2. Dawamul isti’dad. Selalu siap siaga. Rumah amilin adalah ibarat barak-barak dakwah. Kapan pun diseru, mereka segera bangkit dari barak dan siap melakukan tugas. Sahabat Hanzhalah mendapat julukan ghasilul malaikah (yang dimandikan malaikat), lantaran saat mobilisasi jihad diumumkan ia masih bersama istri barunya kemudian berangkat jihad dan syahid dalam kondisi junub. Sekarang tubuhnya didapati basah oleh para malaikat.
3. Taqdirul mas’ul ramzan lil wahdati wal quwwah. Menghormati mas’ul sebagai simbol persatuan dan kekuatan. Memelihara sikap hormat terhadap mas’ul dan semua rekan dakwah. Dalam satu peperangan, satu orang prajurit kehilangan tempat airnya. Melihat hal tersebut seluruh pasukan sibuk mencarikan tempat air itu di sungai. Musuh kaget menyaksikan persatuan yang demikian kokoh. Temannya kehilangan tempat air saja demikian, apalagi bila temannya terbunuh. Pernah pula ada seorang ikhwah yang ditunjuk sebagai mas’ul merasa ada bawahannya yang lebih pandai dari dirinya. Ia meminta agar ikhwah yang lebih pandailah yang lebih layak menjabat sebagai mas’ul, namun ikhwah tersebut menolak. Ketika masalah ini sampai kepada Imam Syahid, beliau mengatakan, “Tetaplah Anda pada posisi mas’ul, kalau Anda berbuat salah nanti orang tersebut yang akan membenarkan Anda.” Coba kalau dia menjadi mas’ul lalu melakukan kesalahan siapa yang akan membetulkannya?
4. I’tibar mauqi’ihitsughratan bin tsugharil Islam. Menganggap posisinya adalah salah satu sari perbatasan Islam secara keseluruhan yang harus dipertahankan. Ringkasnya menanamkan rasa tanggung jawab yang dalam terhadap keberadaan diri di mana saja. Jangan sampai Islam mendapat keburukan dari posisinya. Pekerjaannya bagaimanapun harus bermanfaat atau bila ihmal (menyepelekan) berarti kerugian bagi Islam.
- Ta’awun
Ta’awun dapat terwujud dengan sikap-sikap:
1. Takaful, saling menanggung beban kolektif antara qiyadah dan junud (prajurit). Tak ada potensi yang dianggap kecil dan disepelekan.
2. Tarahum. Sikap ini juga perlu ditumbuhkan. Pemisahan sikap seorang muslim dengan muslim yang lain, seperti satu tubuh. Bila ada anggota yang sakit, maka seluruh tubuh gelisah dan tak dapat tidur. Setiap ikhwah harus mengetahui dan menyadari tugas dan kewajiban ikhwah lainnya. Jadi tidak ada yang merasa beban tertumpuk pada dirinya saja. Perasaan seperti ini penting, kata Sayyid Quthb, orang yang merasakan kebersamaan dalam shaff akan terbebas dari beban-beban batin. Merasakan bahwa alam semesta itu adalah junud, semua alam membantu.
3. Talahum, sedarah sedaging.
Ketiga unsur sikap ini dilakukan dalam rangka ada’ul wajib (pelaksanaan kewajiban) dan takhfiful a’ba (meringankan beban) sesama ikhwah.

- Tanashuh. Agama itu tegak dengan nasihat. Yang paling butuh nasihat adalah yang berada dalam posisi mas’ulin. Dalam hadits dikatakan, An-nashihah li aimmatil muslimin wa ‘ammatihim. Semua ikhwah adalah mas’ul, sebab dampak kesalahan mas’ulin akan menyeluruh. Untuk proses tanashuh membutuhkan:
1. Al-Ikhlash mutabadil, keikhlasan dari dua belah pihak. Dalam sebuah hadis disebutkan,
الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ
“Agama adalah nasihat. Kami bertanya (para sahabat), “Untuk siapa? Beliau bersabda, “Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya dan pemimpin kaum muslimin dan orang-orang awam.” Tunaikan nasihat dengan cara yang paling baik dan terimalah seluruhnya. Khalifah Umar pernah ditegur oleh rakyatnya, “Ya Umar ittaqillah”. Umar berkata, “Laa khaira fiikum An la taquluha wala khaira fiina in lan nasma’ha. (Tidak ada kebaikan bila kalian tidak mengatakan hal ini dan tidak ada kebaikan bila kami tidak mau mendengarnya). Memberi nasihat juga harus dengan hikmah (bijak), maksudnya diatur bahasa penyampaiannya, dipilih waktunya, lihat salurannya atau jalurnya, barangkali lebih tepat disampaikan lewat si A.

2. Sirriyah. Nasihat juga baiknya disampaikan tidak vulgar di depan orang lain. Kata seorang ulama, “man wa’azha akhahu sirriyah faqad nahahahu wa zanahu wa man wa’azha ‘alaniyah faqad fadhahahu wa syanahu.“ (Siapa yang menasihati saudaranya dengan rahasia, ia sungguh telah menasihatinya dan siapa yang menasihati di depan khalayak berarti ia menghina dan mencacinya). Memberi nasihat juga tidak harus segera. Bisa dengan didiamkan dahulu, mungkin saja orang tersebut akan menyadari kesalahannya sendiri. Seperti orang yang diobati sendiri.
- Tabadul hubbi fillah
1. Itsar. Saling menjalin rasa cinta karena Allah. Perwujudannya yang paling tinggi adalah itsar. Menurut Iman Ghazali dikutip oleh Sa’id Hawa bahwa itsar itu ada tiga tingkatan. Yang paling rendah adalah menganggap hak saudara kita sebagaimana hak budak, kalau ada lebihan itu haknya. Kedua adalah menganggapnya sederajat dan sama dengan dirinya sendiri. Memenuhi kebutuhan ikhwah sebagaimana memenuhi kebutuhan sendiri. Dan ketiga yang paling tinggi adalah menempatkan kepentingan saudara kita di atas kepentingan sendiri. Seperti yang terjadi dalam perang Tabuk. Tiga sahabat meninggal kehausan karena mementingkan saudaranya. Ini sulit sekali, tapi inilah bentuk persaudaraan yang dilakukan Rasulullah saw. di Madinah. Dalam perang, masing-masing ikhwah ingin menggantikan saudaranya. Ada ikhwah yang telah berkeluarga dijatuhi hukuman mati, ikhwah yang masih bujang ingin menggantikannya. Alasannya bila ia mati, ia tidak meninggalkan siap-siapa, sedangkan bila ikhwah yang telah berkeluarga mati, ia nanti akan meninggalkan istri dan anak-anak yang perlu dipelihara.
2. I’tibarul akh aula min nafsihi. Menganggap ikhwah lebih tinggi kepentingannya dari dirinya. Ini termasuk dalam tingkat itsar yang paling tinggi.
Salamatus shard. Menurut Imam Ghazali bahwa tingkatan ini adalah tingkat terendah bentuk cinta karena Allah. Abdullah bin Umar bin ash dijamin masuk surga karena menjelang tidur tidak pernah menyimpan masalah dengan kaum mukminin. Wala taj’al fi qulubina ghillan lillazdina amanu. Ghill di sini artinya adalah ganjalan dalam hati yang belum diungkapkan. Sesama ikhwah harus memelihara perasaan, lapang dada, tidak mudah tersinggung, mudah memaafkan dan toleran. Yang didahulukan harus husnuz zhann (baik sangka). Mungkin saja bila saya yang berada dalam posisi yang sama sepertinya, saya juga akan berbuat serupa. Kalau ingin minum air yang sama sekali tidak mengandung kotoran, maka orang akan mati kehausan. Orang yang ingin mencari teman tanpa kesalahan sama sekali juga tidak akan mendapatkan teman.
Wallahu a’lam

 

Powered By : www.25juni.com