Ingin mencari lebih cepat, liwat sini :

Cara cepat cari data

Kategorisasi
Artikel teknologi/komputer
Berita
User Online: 4
Total Visit: 21630

15 Januari 2010
vita
vita5758@yahoo.com
Assalamu'alaikum pk Mukhlis.. skrg ngajar di mana sj, Pak? tmn saya anaknya kena stiup. obat yg aman untuk bayi yg terkena stiup apa ya,Pak? usianya 8 bln. tdk mendapat ASI. hampir tiap bln berkunjung ke dokter krn sakit. terimakasih
31 Desember 2009
erlin mahasiswi akbid kh
erlin.cuaap@yahoo.com
Ass pak mu nanya ne.. kisi-kisi buat ujian kok lum tampil ya, udah di nanti-nanti ma teman-teman semua. cpt di tampilin ya pak. wassalam
30 Desember 2009
lilia citra akbid KH(lilia tat
queen.viera@yahoo.co.id
pak,soal2 yg br mna??kok g'da??pyeng ni mw blajar hand out byk bgt..hehe
12 Desember 2009
siti jubaidah
ida_mapro13@yahoo.com
pak, numpang nanya nie.. bu any guntarti punya alamat blog jg kah??kl ada blh dong pak!!
11 Nopember 2009
Fredy A Nasel (Univ Pancasila
fredy_nasel_2007@yahoo.com
Salam Kenal.Saya mahasiswa magister farmasi UP Jakarta. Saya tertarik untuk tesis cost effectiveness analysis ttg obat penyakit kronis (jantung/hipertensi). Apa bapak biasa mengirimkan beberapa artikel/hasil penelitian ttg itu. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih
09 Nopember 2009
aan
farmasi_06@ymail.com
asslkm p muhlis...mau tanya pak, matri ilmu resep antibiotik ikut buat ujian gak pak? matur nuwun
02 Nopember 2009
ully
ully_fatmawati@yahoo.com
wah pak soal kebidanannya pantep banged. yang tau cuma parasetamol. hehehe...
01 Nopember 2009
sinta maharani
tita_centil@yahoo.com
pak soal2 mid nya dibanyakin ya kata kuncinya ya., hhee...... from: akbid KH
31 Oktober 2009
ully
ully_fatmawati@yahoo.com
pak kok soalnya baru rencana?
30 Oktober 2009
ami
ami@yahoo.com
konten Humor nya bagus bikin biasa ketawa, boleh kirim humor nggak pak ?
07 September 2009
friska
friska_fitri@yahoo.com
ass.. pak, saya mau tanya tentang analisis farmakoekonomi.. saya mengambil skripsi ttg farmakoekonomi, kira kira data yang diperlukan selam analisis dr rekam medik apa saja?trima kasih sblmnya pak
01 September 2009
ihda
me_raffles@yahoo.com
wah pak, photonya mantab... He,... Pak, vote-nya kok aneh ya...??? Kok ada nama bapak gitu... hehe
28 Juli 2009
secret fans
:-) @ Yohoo.com
pak terimakasih ya bimbingan skripsinya.....
16 Juli 2009
abdi
jas_ptr@yahoo.com
akhir datang juga up date-an barunya...sdh lama pak.
14 Juli 2009
luthfi, S. Farm, Apt
luthfi_green@yahoo.com
Salam, Bapak saya sebagai calon pengajar baru membutuhkan informasi buku2 ilmu resep dan pelajaran farmakologi untuk SMA. Kira2 buku apa yg digunakan dan materi apa saja yg disampaikan? sbg informasi, saya dulu tdk sekolah di SMF pak jadi tdk ada gambaran.
02 Juni 2009
ihda mufriha
ihdamufriha@yahoo.co.id
Assalamu'alaikum. Pak muhlis, boleh tidak kpn2, minta bantuan ttng skripsi farmakoekonomi
22 Mei 2009
muhlis
muhlis3@yahoo.co.id
buat putri-jogja, alkohol untuk obat luar boleh saja, karena bukan najis
21 Mei 2009
putri_jogja
puss_puchan@yahoo.com
Pak muhlis,sy mau tnya.. Sbnrnya klo bagian tubuh yg akn disuntik diolesi t'lbh dl dgn alkohol,itu trmsk halal ato haram??
19 Mei 2009
ritz
pix_nda@ymail.com
skses bwt web.nya y pak... kontennya jg mantab...
24 April 2009
bayu
bayoudunk@yahoo
23 April 2009
abdi
jas_ptr@yahoo.com
mantap pak...klu bisa tambah kolom dakwah farmasi (khusus)
22 April 2009
Aryo haryadi
hide@mysite.com
Boleh ni pak kalo bikin ujian online,.. Biar kita ga keder kalo ujian di kampus?.. he2x.
21 April 2009
-----
-@---
pak. bapak cakep deh...
20 April 2009
laela
laelagrin@yahoo.com
keren.. moga2 bs sampai pd kriteria tsb.. amin...
14 April 2009
Humaira
jasmine_attabaqi@yahoo.co.id
pak...mau "daftar"... msh jomblo ne pak..
14 April 2009
muhlis
---
mo ndaftar harus untuk no 1 atau bole no-2???
08 April 2009
Arif
Toms_gladiator@yahoo.com
soal bwt mid untuk farmasetika 2 ckup yang ad di diktatnya pak muchlis..... ga usah di reka2 lo pak hwe...... ntar soalnya menyusul.....lupa g bw diktatnya.... trima kasih...
07 April 2009
sisi
g_manis@yahoo.co.id
pak buat soal midnya jangan yang susah.... makasih
04 April 2009
anna yusuf
anna_yusuf08@yahoo.co.id
assalamualaikum pak... pak..ternyata menjadi pengajar itu sulit ya...
31 Maret 2009
imas
khamsa@yahoo.com
subkhanallah, taujih bapak bagus sekali,sangat membantu tugas artikel ana,tapi mohon d tambahkan untuk kiat kiat memperkuat jama'ah.jazakumullah khair
25 Pebruari 2009
Wiwit
nn@nh.com
Tolong Di publikasikan daftar alamat kantor IFSI seluruh Indonesia pak,.. biar kita bisa tau kalo nanti mau daftar di ISFI kabupaten
18 Pebruari 2009
Pramono
alfianpram@plasa.com
menarik disimak ternyata dunia farmasi.. Gmn tentang kasus puyer pak?.. ada pembelaan buat kita sebagai farmasist?..
07 Pebruari 2009
anggi
gie_sleepahulic@yahoo.com
pak boleh g saya minta data selengkapnya tentang pola penggunaan dan analisis antibiotika soalnya saya sedang menyusun TA dan saya ingin melihat itu sebagai referensi.. makasih yapa...
07 Pebruari 2009
anton
anton@yahoo.co.is
wah bagus sekali konten nya pak, usul ada konsultasi jodohnya, sukses selalu ya pak
07 Pebruari 2009
Muhammad Fahmi
fahmirozak@yahoo.com
fahmirozak@yahoo.com
07 Pebruari 2009
Asri Maulani
asr1m4uln1@yahoo.com
Pak soal ujiannya mana?,.. mbok di kasih di web ini,.. maksaih ya.. Do'akan saya lulus ya pak...
07 Pebruari 2009
erlin
erlin_pharm@yahoo.com
Selamat atas launcing web nya, pak... but, kalo ngirim2 tulisan gtu boleh/ tidak ya?
07 Pebruari 2009
Arwita
arwitaputrirmdhni@yahoo.co.id
Pak,.. Persaratan biin apotek itu gima pak?,.. Saya sudah lulus dan pengen bikin apotek sendiri
07 Pebruari 2009
P. muhlis
muhlis3@yahoo.com
Buat Anggi : bole aja, posisi dimana ??, alamat yg lengkap ya
Forum Login
User Name
Password
Pendaftaran member baru Lupa password ?
Posting terbaru
04 Nopember 2009
Carav merubah tampilan Facebook
03 Nopember 2009
Mahasiswa Muhammadiyah Demo
03 Nopember 2009
Facebook Diblokir ? Coba Ini Aja
13 Juli 2009
PAN & Golkar, Korban Politik SBY?
26 Mei 2009
Buku 'Ilusi Negara Islam' Mengadu Domba Ummat Islam
25 Mei 2009
Ilusi Negara Islam
28 April 2009
Tips Hindari Flu Babi

Jumat, 31 Oktober 2008
Tausyiah
Membunuh Rasa Jenuh menjadi Ibu Rumah Tangga


Profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi yang sungguh mulia. Namun ada kalanya dalam menjalankan tugas yang mulia ini seorang ibu rumah tangga merasakan adanya satu kejenuhan. Apakah kiranya penyebab kejenuhan itu dan bagaimanakah cara untuk mengatasinya?

Seringkali sebagai seorang ibu rumah tangga kita merasa jenuh terhadap tugas sehari-hari. Tugas yang harus diselesaikan rasanya banyak sekali : mengurus anaklah, suami, rumah, dan lain-lain. Sementara sebagai anggota masyarakat pun kita dituntut untuk memberikan peran positif yang tak kurang menyibukkan Apalagi jika ada kegiatan di luar rumah yang cukup melelahkan, seperti bekerja, studi, kursus bahasa, dan kegiatan lain. Sampai di rumah badan terasa penat, inginnya istirahat, sementara sejumlah pekerjaan yang tertunda telah menunggu. Semua sama-sama menuntut uluran tangan dan perhatian kita. Kita rasanya telah berbuat banyak, mengurus anak, suami, rumah tangga, dan lain-lain, tetapi yang didapat seolah-olah hanya letih. Seolah-olah tak seorangpun yang tahu kelelahan kita. Pekerjaan masih menumpuk, ada lagi dan ada lagi. Seolah-olah tak kunjung selesai, dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi. Karenanya kondisi ini sering membuat seorang wanita gampang tersinggung, suka cemberut, atau bahkan mudah marah.

Sebab-sebab kejenuhan

Bekerja dengan perasaan lelah dan jenuh sudah tentu mengakibatkan tak ada satupun pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan baik. Semuanya serba tanggung, capek, sudah pasti rapih pun tidak. Tak jarang hal ini membuat seorang ibu rumah tangga terperosok mengumpat pekerjaan yang dianggapnya terlalu banyak.
� Benarkah pekerjaan tersebut menjemukan?
� Benarkah upaya selama ini sudah maksimal dan mendapatkan hasil yang tak sesuai ?
� Benarkan anak dan suami banyak menuntut?

Hal ini tidak ada salahnya bila kita tela'ah dan kita koreksi kembali. Ibu rumah tangga tentu saja bukanlah malaikat. Banyak tugas dalam rumah yang dapat menjadikannya merasa jemu. Hanya malaikat yang tidak pernah mengalami degradasi semangat (dalam istilah bahasa arab: futur) dalam beribadah kepada Allah. Karena itu , jenuh merupakan hal yang wajar, hanya saja perlu diatasi dengan jalan yang sebaik-baiknya. Artinya, kejenuhan tidak mesti melahirkan sikap yang bertentangan dengan akhlak Islam.

Rasulullah saw. Bersabda : `"Bagi tiap-tiap amal itu ada masa-masa jemunya, dan pada tiap-tiap masa jemu itu ada peralihannya. Barang siapa yang peralihannya itu kepada sunahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk, dan barang siapa yang peralihannya kepada selain sunnahku, maka sesungguhnya ia telah tersesat. (HR. Al Bazaar)

Beberapa unsur penyebab utama timbulnya kejenuhan dan kemalasan bagi seorang ibu rumah tangga antara lain :

1. Kurangnya motivasi bekerja karena Allah dan lemahnya pemahaman bahwa bekerja dalam rumah tangga merupakan ibadah kepada Allah yang bernilai tinggi.
Ketika motivasi kerja dalam rumah tangga bukan lagi mencari pahala disisi Allah, ketika itulah kemungkinan timbulnya kejenuhan menjadi besar. Motivasi lain yang mungkin timbul adalah, semata-mata mencari penghargaan dari suami, atau ingin mendapat pujian dari orang lain. Ketika tujuan-tujuan tersebut tidak didapat, maka kekecewaan yang timbul dapat mengakibatkan kejenuhan. Tetapi ketika Allah yang menjadi tujuan maka Allah tidak pernah menyia-nyiakan hambaNya. Kehidupan rumah tangga bagi seorang muslimah adalah bagian pengabdian tertingginya. Menyediakan keperluan suami, mengurus rumah tangga, melahirkan dan mendidik anak-anak, kesemuanya merupakan pekerjaan yang mulia yang berpahala. Manakala semua ini kurang dipahami, timbullah kejemuan dan kemalasan.

2. Bersarangnya penyakit hati Jenuh sering disebabkan adanya penyakit hati pada seseorang.
Sering atau cepat merasa kesal kepada anak, teman, tetangga dan orang-orang di sekitar merupakan fenomena penyakit hati yang wajib segera diobati. Penyakit hati yang menonjol misalnya iri atau dengki serta cinta dunia seperti ingin hidup enak, mudah mendapatkan fasilitas dan merasa tidak senang melihat kemudahan yang dimiliki oleh orang lain.

3. Komunikasi antara suami dan istri yang kurang lancar Salah satu faktor penunjang terjalinnya hubungan antara suami dan istri yang harmonis adalah komunikasi yang lancar.
Hal ini dapat terwujud ketika keterbukaan dan kelapangan dada dimiliki oleh masing-masing pribadi. Ganjalan-ganjalan dihati, ketidakpuasan atas sikap suami yang tidak tersampaikan akan menumpuk menjadi kekesalan dan perseteruan yang tidak berkesudahan. Karena itu pekerjaan rumah tangga akan dirasakan berat.
4. Keletihan setelah melakukan kegiatan di luar rumah
Para ibu rumah tangga yang mempunyai kegiatan lain di luar rumah, kegiatannya diluar tentunya sangat berpengaruh bagi rumahtangganya. Bertambahnya pekerjaan ekstra diluar, bukan berarti berkurangnya pekerjaan di dalam rumah. Tidak dapat dipungkiri kodrat wanita kurang dapat menerima kondisi ini, sehingga mudah ia merasa kesal dan jenuh dengan semakin banyaknya pekerjaan.

Mengatasi kejenuhan
Memahami sebab-sebab kejenuhan sudah merupakan setengah upaya mengatasinya. Dari sebab-sebab yangdiuraikan diatas tampaklah bahwa seorang muslimah insya Allah dapat mengatasi kejenuhan dalam rumahtangga dengan kiat-kiat berikut :

1. Niatkan pekerjaan rumahtangga karena Allah semata
Pekerjaan yang dilakukan karena Allah tidak akan pernah menjemukan. Kita meyakini bahwa Allah-lah yang akan membalas perbuatan kita, bukan suami, anak-anak atau anggota keluarga yang lain. Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya amal itu sesuai dengan niat dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya" (HR. Muslim)

2. Buanglah penyakit hati
Penyakit hati dapat ditangkal dengan memperkuat benteng keimanan dan ketaqwaan dengan meningkatkan ibadah kepada Allah dengan memperbanyak sholat sunah, memperbanyak membaca Al Quran, dan mengingat kehidupan di dalam kubur dan di akhirat nanti. Sadarilah bahwa semua yang dimiliki ada batas dan pertanggungjawabannya, dan kekayaan jiwa adalah lebih utama. Rasulullah saw. sendiri mengatakan,"Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (hati)."(HR. Abu Ya'la)

3. Rajinlah bekerja, tetapi berhematlah dalam mengeluarkan tenaga
Pekerjaan rumahtanga, kendati merupakan kewajiban, haruslah dilakukan sesuai dengan kemampuan. Rasulullah saw. bersabda,"Bekerjalah kamu sesuai dengan kemampuanmu, karena sesungguhnya Allah tidak merasa bosan sehingga kamu sendiri yang merasa jenuh. Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah ialah yang rutin meskipun hanya sedikit."(HR. Bukhari Muslim) Setiap pekerjaan hendaknya dilakukan sesuai dengan kodrat manusia (yang butuh istirahat). Jangan memforsir diri, melainkan sempatkanlah beristirahat sesuai dengan kebutuhan. Istirahat hendaknya dilakukan sesuai dengan sunah Rasulullah, seperti dengan membaca Al Qur'an, menghadiri pengajian, silaturahim kepada keluarga dan teman, membaca buku yang bermanfaat, tafakur alam dll.

4. Tumbuhkan dan tingkatkan kesadaran pada seluruh keluarga bahwa pekerjaan rumahtangga merupakan ibadah
Rumahtangga muslim merupakan miniatur masyarakat Islam yang didalamnya terdapat koordinasi kerja yang baik. Pekerjaan rumah tangga yang cukup banyak dapat dikerjakan bersama oleh seluruh anggota keluarga. Cara yang terbaik untuk melibatkan mereka adalah dengan memberi pengertian dengan hikmah. Dengan dukungan anggota keluarga yang lain kita akan bekerja dengan penuh kegembiraan.

5. Belajar dari pengalaman ibu-ibu yang lain
Berteori saja tentu belum cukup. Seorang muslimah tentu tidak sama dengan seorang ibu muda yang tidak sama pula dengan seorang ibu yang telah mempunyai sejumlah putra dan putri. Menimba pelajaran dan pengalaman dari ibu-ibu yang sudah lebih berpengalaman merupakan satu tuntutan yang tidak dapat dihindarkan. Dengan mengefektifkan waktu silaturahmi, kita akan dapat belajar.

Misalnya kita melihat seorang ibu dengan beberapa anak mampu membereskan rumah, anak-anaknya dan keperluan suaminya tidak lebih dari jam 10 pagi. (Sarapan, membereskan rumah, memandikan anak, masak...). Sehingga kita patut bertanya pada diri sendiri, "Masya Allah, dia saja bisa, kenapa saya tidak ?". Apabila kita bertemu dengan keluarga yang belum dapat mengatasi problem rumahtangganya, maka ambillah yang positifnya saja. Lupakan yang negatif.

Demikianlah, biasanya banyak perubahan besar yang terjadi setelah melihat bagaimana orang lain berbuat. Kita ingat akan tuntunan ilmu yang selama ini didapat, baik dari buku maupun ceramah-ceramah. Dan yang tak kalah pentingnya, lahirnya semangat baru untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik.

Jenuh?
Insyaallah tidak lagi berbekas....

disadur dari : Majalah Ummi No.8/VI tahun 1994/1415 H

 

Powered By : www.25juni.com