Ingin mencari lebih cepat, liwat sini :

Cara cepat cari data

Kategorisasi
Artikel teknologi/komputer
Berita
User Online: 3
Total Visit: 21593

15 Januari 2010
vita
vita5758@yahoo.com
Assalamu'alaikum pk Mukhlis.. skrg ngajar di mana sj, Pak? tmn saya anaknya kena stiup. obat yg aman untuk bayi yg terkena stiup apa ya,Pak? usianya 8 bln. tdk mendapat ASI. hampir tiap bln berkunjung ke dokter krn sakit. terimakasih
31 Desember 2009
erlin mahasiswi akbid kh
erlin.cuaap@yahoo.com
Ass pak mu nanya ne.. kisi-kisi buat ujian kok lum tampil ya, udah di nanti-nanti ma teman-teman semua. cpt di tampilin ya pak. wassalam
30 Desember 2009
lilia citra akbid KH(lilia tat
queen.viera@yahoo.co.id
pak,soal2 yg br mna??kok g'da??pyeng ni mw blajar hand out byk bgt..hehe
12 Desember 2009
siti jubaidah
ida_mapro13@yahoo.com
pak, numpang nanya nie.. bu any guntarti punya alamat blog jg kah??kl ada blh dong pak!!
11 Nopember 2009
Fredy A Nasel (Univ Pancasila
fredy_nasel_2007@yahoo.com
Salam Kenal.Saya mahasiswa magister farmasi UP Jakarta. Saya tertarik untuk tesis cost effectiveness analysis ttg obat penyakit kronis (jantung/hipertensi). Apa bapak biasa mengirimkan beberapa artikel/hasil penelitian ttg itu. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih
09 Nopember 2009
aan
farmasi_06@ymail.com
asslkm p muhlis...mau tanya pak, matri ilmu resep antibiotik ikut buat ujian gak pak? matur nuwun
02 Nopember 2009
ully
ully_fatmawati@yahoo.com
wah pak soal kebidanannya pantep banged. yang tau cuma parasetamol. hehehe...
01 Nopember 2009
sinta maharani
tita_centil@yahoo.com
pak soal2 mid nya dibanyakin ya kata kuncinya ya., hhee...... from: akbid KH
31 Oktober 2009
ully
ully_fatmawati@yahoo.com
pak kok soalnya baru rencana?
30 Oktober 2009
ami
ami@yahoo.com
konten Humor nya bagus bikin biasa ketawa, boleh kirim humor nggak pak ?
07 September 2009
friska
friska_fitri@yahoo.com
ass.. pak, saya mau tanya tentang analisis farmakoekonomi.. saya mengambil skripsi ttg farmakoekonomi, kira kira data yang diperlukan selam analisis dr rekam medik apa saja?trima kasih sblmnya pak
01 September 2009
ihda
me_raffles@yahoo.com
wah pak, photonya mantab... He,... Pak, vote-nya kok aneh ya...??? Kok ada nama bapak gitu... hehe
28 Juli 2009
secret fans
:-) @ Yohoo.com
pak terimakasih ya bimbingan skripsinya.....
16 Juli 2009
abdi
jas_ptr@yahoo.com
akhir datang juga up date-an barunya...sdh lama pak.
14 Juli 2009
luthfi, S. Farm, Apt
luthfi_green@yahoo.com
Salam, Bapak saya sebagai calon pengajar baru membutuhkan informasi buku2 ilmu resep dan pelajaran farmakologi untuk SMA. Kira2 buku apa yg digunakan dan materi apa saja yg disampaikan? sbg informasi, saya dulu tdk sekolah di SMF pak jadi tdk ada gambaran.
02 Juni 2009
ihda mufriha
ihdamufriha@yahoo.co.id
Assalamu'alaikum. Pak muhlis, boleh tidak kpn2, minta bantuan ttng skripsi farmakoekonomi
22 Mei 2009
muhlis
muhlis3@yahoo.co.id
buat putri-jogja, alkohol untuk obat luar boleh saja, karena bukan najis
21 Mei 2009
putri_jogja
puss_puchan@yahoo.com
Pak muhlis,sy mau tnya.. Sbnrnya klo bagian tubuh yg akn disuntik diolesi t'lbh dl dgn alkohol,itu trmsk halal ato haram??
19 Mei 2009
ritz
pix_nda@ymail.com
skses bwt web.nya y pak... kontennya jg mantab...
24 April 2009
bayu
bayoudunk@yahoo
23 April 2009
abdi
jas_ptr@yahoo.com
mantap pak...klu bisa tambah kolom dakwah farmasi (khusus)
22 April 2009
Aryo haryadi
hide@mysite.com
Boleh ni pak kalo bikin ujian online,.. Biar kita ga keder kalo ujian di kampus?.. he2x.
21 April 2009
-----
-@---
pak. bapak cakep deh...
20 April 2009
laela
laelagrin@yahoo.com
keren.. moga2 bs sampai pd kriteria tsb.. amin...
14 April 2009
Humaira
jasmine_attabaqi@yahoo.co.id
pak...mau "daftar"... msh jomblo ne pak..
14 April 2009
muhlis
---
mo ndaftar harus untuk no 1 atau bole no-2???
08 April 2009
Arif
Toms_gladiator@yahoo.com
soal bwt mid untuk farmasetika 2 ckup yang ad di diktatnya pak muchlis..... ga usah di reka2 lo pak hwe...... ntar soalnya menyusul.....lupa g bw diktatnya.... trima kasih...
07 April 2009
sisi
g_manis@yahoo.co.id
pak buat soal midnya jangan yang susah.... makasih
04 April 2009
anna yusuf
anna_yusuf08@yahoo.co.id
assalamualaikum pak... pak..ternyata menjadi pengajar itu sulit ya...
31 Maret 2009
imas
khamsa@yahoo.com
subkhanallah, taujih bapak bagus sekali,sangat membantu tugas artikel ana,tapi mohon d tambahkan untuk kiat kiat memperkuat jama'ah.jazakumullah khair
25 Pebruari 2009
Wiwit
nn@nh.com
Tolong Di publikasikan daftar alamat kantor IFSI seluruh Indonesia pak,.. biar kita bisa tau kalo nanti mau daftar di ISFI kabupaten
18 Pebruari 2009
Pramono
alfianpram@plasa.com
menarik disimak ternyata dunia farmasi.. Gmn tentang kasus puyer pak?.. ada pembelaan buat kita sebagai farmasist?..
07 Pebruari 2009
anggi
gie_sleepahulic@yahoo.com
pak boleh g saya minta data selengkapnya tentang pola penggunaan dan analisis antibiotika soalnya saya sedang menyusun TA dan saya ingin melihat itu sebagai referensi.. makasih yapa...
07 Pebruari 2009
anton
anton@yahoo.co.is
wah bagus sekali konten nya pak, usul ada konsultasi jodohnya, sukses selalu ya pak
07 Pebruari 2009
Muhammad Fahmi
fahmirozak@yahoo.com
fahmirozak@yahoo.com
07 Pebruari 2009
Asri Maulani
asr1m4uln1@yahoo.com
Pak soal ujiannya mana?,.. mbok di kasih di web ini,.. maksaih ya.. Do'akan saya lulus ya pak...
07 Pebruari 2009
erlin
erlin_pharm@yahoo.com
Selamat atas launcing web nya, pak... but, kalo ngirim2 tulisan gtu boleh/ tidak ya?
07 Pebruari 2009
Arwita
arwitaputrirmdhni@yahoo.co.id
Pak,.. Persaratan biin apotek itu gima pak?,.. Saya sudah lulus dan pengen bikin apotek sendiri
07 Pebruari 2009
P. muhlis
muhlis3@yahoo.com
Buat Anggi : bole aja, posisi dimana ??, alamat yg lengkap ya
Forum Login
User Name
Password
Pendaftaran member baru Lupa password ?
Posting terbaru
04 Nopember 2009
Carav merubah tampilan Facebook
03 Nopember 2009
Mahasiswa Muhammadiyah Demo
03 Nopember 2009
Facebook Diblokir ? Coba Ini Aja
13 Juli 2009
PAN & Golkar, Korban Politik SBY?
26 Mei 2009
Buku 'Ilusi Negara Islam' Mengadu Domba Ummat Islam
25 Mei 2009
Ilusi Negara Islam
28 April 2009
Tips Hindari Flu Babi

20 cara aman dalam mengkonsumsi obat

dari sumber lain tidak teridentifikasi

Semakin sering kita mendengar, Betapa pihak pasien dirugikan oleh pihak layanan medis. Kesalahan medis terjadi bila sesuatu yang sudah direncanakan sebagai bagian dari terapi pasien, tidak seluruhnya membuahkan hasil. Atau rencana terapi dokter sudah salah sejak awalnya, sehingga merugikan pihak pasien. Kesalahan medis dapat terjadi di bagian mana saja dari unit layanan medis, seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik dokter, rumah bersalin, atau di apotek, yang bisa menyangkut urusan obat, tindakan bedah, diagnosis, alat periksa, dan laboratorium. Di bawah ini, ada 20 cara praktis agar kesalahan medis tidak terjadi.

1. Merasa perlu terlibat atau dilibatkan pihak layanan medis untuk setiap keputusan yang akan diambil dalam upaya penyembuhan penyakit. Pasien punya hak untuk bertanya apa saja yang bersangkut-paut dengan kondisi kesehatan, dan setiap apa yang dokter pikirkan untuk melakukan suatu tindakan, pengobatan, atau apa pun lainnya. Selama dokter dalam proses menuju pengambilan keputusan, jangan sungkan untuk ikut terlibat atau minta dilibatkan, betapa sederhana pun keputusan yang dokter, atau perawat, bidan, akan ambil. Tanyakan pula apa bahaya atau yang mungkin akan terjadi andai tidak diberi obat atau tidak dilakukan tindakan. Keputusan dokter seberapa penting, dan seberapa risiko bahaya, serta efek samping yang diperkirakan bakal muncul. Adakah pilihan lain, dan seberapa daruratkah kalau masih ada waktu untuk menunggu.

2. Pastikan kembali bahwa dokter yang merawat mengetahui apa saja yang sudah pasien peroleh, baik dalam hal tindakan maupun obat-obatan sebelumnya. Kalau perlu, ulang kembali apa saja yang sudah diperiksa dan hasilnya, obatnya berapa macam, serta diet apa yang sudah ditempuh. Apakah ada obat lain, seperti jamu, obat alternatif (tidak boleh diam-diam kalau mengonsumsi obat Cina, misalnya). Bisa terjadi, ibu hamil minum obat Cina atau arak penguat sebelum persalinan, yang bisa berisiko buruk jika dikonsumsi ibu dengan riwayat pernah sectio atau pernah robek rahim. Sebaiknya beri tahu dokter sebelum mengonsumsinya. Jika berobat jalan, untuk pasien penyakit menahun, ada baiknya bawalah semua obat yang selama ini diminum agar dokter melihat sendiri, siapa tahu dokter sudah lupa atau luput harus memberi obat lain. Dengan demikian, dokter bisa membuat resume paling mutakhir rekaman medik obat dan pemeriksaan (tes) apa saja yang sudah pasien peroleh dan lakukan, sehingga tidak tumpang tindih, atau pasien luput mendapat obat atau pemeriksaan yang lengkap.

3. Pastikan pula dokter tahu persis apakah pasien mengidap alergi atau tak tahan terhadap obat-obatan tertentu. Tak jarang, apalagi di kita yang tidak memiliki “paspor kesehatan” dan belum memiliki dokter keluarga, biasa berpindah-pindah dokter, sehingga dokter belum tentu mengetahui seluruh kondisi pasiennya. Pihak pasien-lah yang perlu lebih cerewet menjelaskan status tubuh maupun kelemahan serta kerentanan tubuhnya sendiri. Punya sakit mag, tidak kuat obat sesak, tak cocok minum obat anu, dan seterusnya. Kasus alergi hebat yang bisa mengancam nyawa bisa terjadi pada mereka yang berbakat alergi (kasus Steven Johnson syndroma), kulit sekujur tubuh tumbuh gelembung-gelembung beberapa saat setelah mengonsumsi sejenis obat yang ia tak tahan menerimanya. Jika pernah alergi, pasien harus memberi tahu secara aktif kepada dokter yang memeriksanya.

4. Jangan sungkan bertanya apa nama obat yang diresepkan, supaya jika pihak apotik juga kesulitan membaca resep, pasien bisa membantu. Tak sedikit korban kesalahan membaca resep, apalagi jika pihak apotik tidak minta konfirmasi kepada dokter, saking cakar ayamnya tulisan dokter di resep. Fatal jika orang dengan tensi normal mendapat obat darah tinggi, atau penderita kencing manis mendapat obat gula.

5. Jangan pula sungkan berdiskusi dengan dokter, kendati dalam praktiknya tak mudah. Paling tidak, bertanya tentang obat yang diresepkan. Pasien berhak tahu, untuk apa obat yang diberikan, kenapa harus obat itu, berapa lama harus dikonsumsi, serta apa efek sampingnya. Apa pula yang harus dilakukan sekiranya efek samping muncul? Apakah boleh dicampur dengan obat atau diet lain. Makanan, minuman, dan kegiatan apa yang tak dibolehkan sehabis mengonsumsi obat?

6. Tanyakah pula kepada petugas apotik, apakah obat yang diberikan sesuai dengan resep dokter. Sekiranya ada obat yang diganti, sudahkah pihak dokter diberi tahu. Sebagian besar kesalahan ihwal obat terjadi di apotik. Kelalaian petugas apotik, kurang dihormatinya sikap patuh pada resep, dan tidak cermat menjelaskan pemakaian obat merupakan hal-hal yang perlu pasien cereweti.

7. Bila kurang mengerti membaca label pada kemasan obat, jangan ragu untuk bertanya. Tidak sedikit pasien yang kurang memahami instruksi yang tertulis pada label obat, seperti 3 X 2 tablet/sehari, atau 4 X 3 tetes telinga kanan/sehari, atau 2 X 2 kapsul/sehari. Kesalahan membaca instruksi akan berarti tidak tepatnya obat digunakan. Selain mengurangi efek kesembuhan, bukan tak mungkin kelebihan dosis.

8. Demikian pula dalam hal membaca takaran obat, khususnya obat dalam bentuk cairan. Yang sering terjadi, takaran sendok makan, sendok teh, dan berapa kali diminum sehari. Ukuran sendok rumah tangga tidak sama dengan ukuran sendok obat. Maka, lebih baik gunakan sendok obat (jika ada) daripada sendok dapur. Sendok makan obat berarti 15 ml dan sendok teh berarti 10 ml.

9. Dalam hal peringatan efek samping obat, sebaiknya pasien mencatat, efek samping apa saja yang mungkin muncul. Tidak semua orang sama respons tubuhnya terhadap obat yang sama. Ada yang lebih peka, ada yang tidak mengganggu, sehingga pengalaman orang lain belum tentu layak didengar. Yang punya sakit mag sebaiknya waspada jika diberi obat encok atau obat pereda nyeri. Tak salah untuk selalu memberi tahu kondisi lambung setiap berobat ke dokter yang belum mengenal kita. Tak jarang, mendadak mag kambuh sehabis minum obat dari dokter, karena kita tidak cerewet memberi tahu, sementara dokternya sendiri tidak berusaha untuk tahu.

10. Dalam hal memilih rumah sakit untuk melakukan tindakan medis apa pun, pikirkan untuk memilih rumah sakit yang sudah berpengalaman dalam tindakan yang harus kita tempuh. Misal untuk tindakan bedah tulang, carilah rumah sakit yang sudah sering melakukan tindakan tersebut. Demikian pula untuk tindakan-tindakan yang lebih khusus, lebih spesial, dengan risiko kegagalan yang tinggi. Tak ada salahnya selalu meminta pendapat kedua kepada dokter ahli lain.

11. Rumah sakit merupakan sumber berkumpulnya berbagai jenis kuman penyakit. Tak sedikit jenis kuman ganas yang sudah tak mempan dengan antibiotika biasa (nosocomial infections). Pastikan sewaktu pulang dari perawatan rumah sakit kita tidak membawa pulang kuman ganas ke rumah. Caranya, basuh tangan lebih bersih dengan antisepsis saat meninggalkan rumah sakit, termasuk berkeramas, menukar pakaian rumah sakit, dan langsung menukar pakaian lalu mencucinya setiba di rumah.

12. Sebelum pulang dari rumah sakit, tanyakan lebih rinci kepada dokter yang merawat, apa obat yang harus diminum di rumah, sampai berapa lama, dan apa yang harus dilakukan dengan bekas operasi, bekas tindakan. Apa yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu dan kapan kembali kontrol, juga apa yang akan terjadi sehubungan dengan tindakan medis atau mengonsumsi bekal obat yang dibawa pulang.

13. Jika harus menjalani pembedahan, pastikan dokter, perawat, dan petugas kamar bedah tahu bagian tubuh dan sisi yang mana yang akan dibedah. Tak jarang, operasi dengkul sebelah kanan, dokter membedah dengkul yang kiri, atau dokter masih bertanya mau membedah apa setelah berada di kamar operasi, sehingga bikin pasien jadi sangsi. Etisnya, sehari sebelumnya dokter sudah memberi penjelasan rinci ihwal tindakan bedah yang akan dilakukan, berapa lama, dan apa yang akan terjadi sehubungan dengan tindakan bedah itu. Baru setelah itu surat pernyataan setuju pasien ditandatangani.

14. Apabila masih ada yang meragukan, belum jelas, atau ada kesangsian terhadap dokter, jangan ragu bertanya ulang sampai jelas benar. Misal, apakah pembedahan memang satu-satunya pilihan. Jika tidak dilakukan, apa akibat buruk medisnya? Tak jarang, sehabis dilakukan tindakan bedah atau tindakan medis, keadaan menjadi bertambah buruk. Bisa jadi malah sampai merenggut nyawa. Orang yang semula sehat, iseng-iseng diperiksa dan dilakukan tindakan (invasif) untuk memeriksa jantung, malah pulang tinggal nama.

15. Pastikan dokter yang merawat terus memonitor pasien sehabis melakukan tindakan medis. Di kita, dokter cenderung berpraktik pada lebih satu rumah sakit. Baru selesai membedah di rumah sakit A, sudah langsung pindah ke rumah sakit B. Tak jarang komplikasi suatu tindakan luput termonitor sebab dokter sudah tidak berada di tempat lagi. Perdarahan pascaoperasi, misalnya. Untuk itu, kita perlu memiliki informasi jadwal praktik dokter yang merawat kita setiap hari, di alamat mana saja, selain bisa dikontak di telepon atau ponsel berapa saja, untuk jaga-jaga seandainya terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

16. Selain dokter yang melakukan tindakan medis, pastikan semua perawat, petugas kamar bedah, dan semua yang terlibat, mengetahui segala hal-ihwal yang sudah dilakukan terhadap pasien. Maksudnya, agar sekiranya ada hal-hal atau komplikasi yang timbul beberapa waktu setelah tindakan medis, tak sulit menelusurinya. Rekam medik saja sering tidak cukup.

17. Pastikan ada yang mendampingi pasien saat komunikasi dengan dokter yang akan melakukan tindakan medis. Perlu dijalin komunikasi yang lancar dengan dokter sehubungan dengan tindakan medis yang akan dilakukan. Sehingga sekiranya terjadi penyimpangan, kejadian di luar rencana atau prosedur tidak akan sampai menimbulkan salah paham atau kecurigaan. Komunikasi dokter dengan pasien dalam transaksi medis akan menentukan kualitas layanan medis yang akan dihasilkan.

18. Jangan beranggapan bahwa semakin banyak tindakan, semakin banyak jenis obat diberikan atau pemeriksaan dilakukan, akan memberikan kebaikan bagi kesehatan. Sebaliknya, seberapa bisa sebaiknya membatasi tindakan medis, terlebih yang bersifat invasif (bedah, tindakan suntikan, pemeriksaan dengan radioaktif, pemeriksaan dengan cairan kontras, pemeriksaan dengan manipulasi bagian dalam tubuh). Kalau boleh tidak dilakukan, sebaiknya tidak dilakukan. Betapa enteng dan sederhana pun setiap tindakan invasif, seperti memasukkan pipa, selang, atau bahan pemeriksa ke dalam tubuh, selalu ada risiko jeleknya.

19. Setiap kali dokter meminta pemeriksaan, baik laboratorium, pemotretan organ, atau apa saja, pasien harus tahu hasilnya. Tentu perlu bertanya sebelum semua anjuran pemeriksaan itu dilakukan, apa tujuannya, dan apa yang diharapkan. Orang yang sudah jelas kanker paru-paru, buat apa diperiksa teropong bronchoscopy lagi, yang selain menambah biaya, berisiko memperburuk kondisi pula. Tanpa kabar medis dari dokter, bukan berarti selalu berita baik.

20. Kalau dokter melakukan tindakan medis atau pemberian obat yang merupakan penemuan baru atau peralatan medis baru, pastikan apakah temuan itu sudah aman dan menempuh uji klinis atau uji aman berdasarkan laporan ilmiah, dan sudah disetujui Badan Pengawasan Obat setempat atau internasional.

Powered By : www.25juni.com